Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana
dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa
dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam
clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu
merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang
dibuat oleh teman saya itu ingin diubah dan membuatnya lebih “menyala”.
Teman saya pusing menjelaskan bagaimana biar temannya mengerti bahwa
hasil akhirnya bakal tidak bagus.
Akhirnya teman saya memutuskan untuk mengikuti kemauannya dan
mengiyakan perkataan client yang juga temannya itu. Dia mengatakan akan
segera membuat design sesuai keinginan client dan kembali lagi dengan
design baru. Dia bingung dan bertanya pada saya, betulkan tindakannya?
Apa yang harus dilakukan? Menurut saya inilah yang harus dia lakukan
untuk menghadapi client semacam itu yang juga teman dekat dia:
- Profesional, kerjaan dan teman tidak bisa terlalu dicampur adukkan. Tapi bukan berarti faktor pertemanan harus dilupakan. Jangan karena faktor pertemanan berakibat kita sebagai pekerja menjadi tersiksa bekerja dengan bayaran yang tidak sepadan.
- Tegas, sistem kerja dan cakupan kerja harus dari awal ditegaskan. Dengan bayaran sekian maka kita akan memberikan hasil dengan cakupan sekian. Dari awal sebaiknya client dijelaskan bahwa sistem kerja misalnya kita akan membuatkan design sesuai dengan yang dia butuhkan dan punya hak untuk 3 kali melakukan perubahan mayor, untuk perubahan minor mungkin bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Dan untuk bayaran sekian kita hanya bisa membuatkan design web tanpa animasi flash dan cakupan hasil kerja lainnya. Dengan adanya kejelasan sistem kerja dan cakupan kerjaan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
- Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita membuatkan design seperti itu. Dasar pertimbangan pemilihan warna dan faktor lainnya harus dijelaskan agar dia mengerti. Walaupun misalnya dia tidak mengerti penjelasan kita paling tidak kita telah menyampaikan kewajiban kita.
- Bila client meminta perubahan macam-macam yang menurut kita tidak sesuai dengan estetika dan mungkin hasilnya tidak bagus maka kita harus menegaskan bahwa semua perubahan akan masuk dalam hitungan revisi. Bila jumlah revisi atau perubahan melebihi batas maka biaya pengembangan juga akan bertambah.
- Client harus mengerti bahwa setiap pengerjaan dan perubahan yang dilakukan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya pada kita. Sehingga teman yang baik pasti mengerti kesusahan kita sebagai seorang freelancer.
0 komentar:
Post a Comment