btc baner

Pages

Sunday, January 4, 2015

10 langkah meningkatkan penetrasi teknologi di Indonesia

Bangsa Indonesia sangat tertinggal jauh dibandingkan negara-negara tetangga semacam Malaysia dan Singapura dari segi penggunaan teknologi oleh masyarakatnya. Contohnya rasio penggunaan internet dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangat kecil karena jumlah masyarakat Indonesia juga yang sangat banyak. Infrastrukture yang kurang, biaya akses yang mahal, serta kurang meratanya pembangunan di daerah-daerah hanyalah sebagian kecil penyebab kelambatan perkembangan teknologi di Indonesia. Iklim investasi yang kurang mendukung juga menghambat investor teknologi untuk masuk ke Indonesia dan mengembangkan bisnis IT di Indonesia.
Sudah saatnya kita bergerak dan membuat perubahan agar IT menjadi bagian dari semua bangsa Indonesia. Pergerakan dan perjuangan telah dimulai dari jauh-jauh hari dibawah bayang-bayang pemerintah yang terlalu banyak memberikan aturan penghambat penetrasi IT di Indonesia. Gerakan independen seperti VOIP Rakyat, RT-RW Net, IIX, dan gerakan-gerakan lainnya menunjukkan keinginan bangsa Indonesia untuk berkembang. Pemerintah yang perlahan-lahan mulai mendukung penetrasi IT sepertinya kekurangan SDM dan ide agar mampu membuat terobosan besar dalam dunia IT nasional.
Saat ini perkembangan IT masih berpusat di kota-kota besar. Daerah hampir terlupakan sehingga mereka sangat tertinggal dengan kota-kota besar. Di daerah saya di Sulawesi Selatan warnet sangatlah langka, walaupun ada tapi akses menggunakan dial-up yang saat ini tidak pantas untuk dibagi menjadi hambatan terbesar. Broadband akses sama sekali tidak ada yang mampu membantu penetrasi internet di daerah.
Sudah saatnya Indonesia mengambil langkah-langkah efektif dan nyata yang mampu meningkatkan penetrasi Internet di Indonesia. Berikut merupakan pemikiran saya apa yang bisa kita lakukan:
  1. Bentuk ISP Sosial, bukan ISP komersil. Seperti yayasan yang bertujuan membantu masyarakat dalam mengakses internet. Pemerintah bisa mendukung dengan mengawasi ISP tersebut agar jangan menjadi ISP komersil.
  2. Subsudi akses internet, melalui ISP sosial pemerintah dapat memberi subsidi agar akses internet dapat lebih murah. Akses internet bersubsidi dapat digunakan oleh sekolah, perpustakaan, internet publik, dan tempat-tempat yang sifatnya sosial bukan komersil. Untuk daerah-daerah terpencil bisa mendapat akses broadband dengan fasilitas VSAT atau satelit. Nanti didaerah tersebut akses broadband baru dibagi-bagi lagi ke masyarakat setempat. Alangkah indahnya dunia internet bila tiap desa memilki akses broadband dengan VSAT yang kemudian dibagi-bagi ke masyarakatnya. Hal seperti ini cuma bisa dilakukan oleh ISP Sosial bukan ISP komersil.
  3. Perbanyak konten lokal. Konten lokal akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang diinginkan. Internet merupakan informasi serba ada. Akan tetapi konten lokal masih terbatas sehingga masyarakat yang tidak mengerti bahasa Inggris akan kesulitan dalam memperoleh informasi yang diinginkan. Salah satu langkah mudah adalah dukung dan kembangkan aktifitas blog. Karena blog merupakan penyedia konten lokal yang saat ini berkembang pesat.
  4. Lokalisasi website Indonesia. Dengan menglokalisasi penyedia konten-konten berbahasa Indonesia maka akan menghemat bandwith internasional. Ada ratusan atau bahkan lebih website berbahasa Indonesia yang di hosting di luar negeri termasuk blog ini. Kenapa? Karena biaya hosting lokal lebih mahal daripada hosting di luar negeri. Seharusnya pemerintah membantu penyedian data center lokal ekonomis yang diperuntukan untuk blogger, dan penyedia konten lokal. Hal ini tentu akan memacu perkembangan konten lokal lebih cepat. Apalagi bila pemerintah memberi subsidi untuk data center lokal ini tentu lebih menarik.
  5. Dukung perkembangan aplikasi internet lokal. Globalisasi google,yahoo, facebook, friendster, dan website lainnya sangat pesat. Penggunaan aplikasi internet luar sangat tinggi di Indonesia. DI China pemerintahannya selalu berusaha mengembangkan aplikasi lokal yang bisa meminimalisasi akses keluar. Kreatifitas dan pengembangan aplikasi lokal harus ditingkatkan agar akses ke aplikasi internet luar bisa diminimalisasi. Dulu ada group.or.id yang berusaha memindahkan milis yahoo ke lokal sehingga diskusi milis berbahasa Indonesia tidak perlu pulang balik ke Amerika. Namun kurangnya dukungan membuat aplikasi ini tidak terdengar lagi. Alangkah bagusnya bila ada search engine Indonesia yang setara dengan Google dan betul-betul memberikan hasil pencarian lokal yang semuanya berbahasa Indonesia.
  6. Perbanyak akses internet publik. Dengan memberikan akses internet publik yang gratis seperti di stasiun, rumah sakit, terminal, perpustakaan, sekolah, kampus, dan tempat umum lainnya akan membantu memperkenalkan internet ke masyarakat.
  7. Kembangkan website-website e-learning seperti IlmuKomputer.com. Konten pembelajaran online berbahasa Indonesia sangat berguna membantu masyarakat untuk belajar. Tidak terbatas ilmu komputer saja, ilmu lain juga seperti pertanian, peternakan, dan bidang-bidang lainnya akan membantu meningkatkan pengetahuan dan pendidikan masyarakat kita.
  8. Sosialisasi pentingnya teknologi dalam kehidupan masyarakat. Iklan-iklan sosial mengenai pentingnya internet dan teknologi masih sangat kurang dibandingkan iklan sosial mengenai kesehatan dan pendidikan. Sudah saatnya DepKomInfo melakukan sosialisasi media agar masyarakat menyadari penting teknologi. Karena percuma bila teknologi ada namun pengguna tidak ada.
  9. Hukum dan undang-undang yang jelas dan tepat penerapannya sehingga dapat melindungi praktisi dan bisnis di bidang IT. Hal ini dapat meningkatkan industri IT karena terlindungi oleh hukum sehingga praktisi dan penggiat IT di Indonesia tidak takut untuk melangkah maju. Investor juga merasa takut untuk berinvestasi di Indonesia bila mereka tidak merasa aman untuk berinvestasi.
  10. Penghargaan terhadap tenaga IT akan membantu peningkatan SDM IT di Indonesia. Banyak tenaga ahli IT Indonesia memilih bekerja di luar negeri karena tenaga mereka lebih di hargai di luar. Di Indonesia tenaga IT dan buruh kasar seakan-akan tidak ada perbedaan dari segi penghargaan kualitas. Memang sudah ada beberapa yang memberi penghargaan sepantasnya tapi jumlahnya masih sedikit. Masih banyak perusahaan berpendapat bahwa IT hanyalah bagian yang memboroskan dana perusahaan bukan pendukung yang dapat memajukan perusahaan. IT yang memperbaiki bukan mengembangkan masih merupakan pandangan yang banyak dianut oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Hal ini harus dihilangkan dan memberi penghargaan yang sepantasnya bagi SDM IT yang berkualitas sehingga mereka tidak lari keluar negeri.
Itulah 10 pandangan saya mengenai langkah-langkah yang bisa kita ambil dalam meningkatkan penetrasi teknologi dan kualitas SDM IT Indonesia. Semoga pemerintah bisa memandang IT sebagai bidang yang menjadi prioritas pengembangan selain bidang-bidang lain seperti pendidikan dan kesehatan. Dukungan masyarakat terhadap pemerintah dalam menjalankan program-programnya juga penting. Karena itu mari kita bersama-sama mendukung dan mengembangkan IT di Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment