btc baner

Pages

Saturday, July 27, 2013

Membangun Warnet ADSL Speedy Dengan Mikrotik RB750

Mikrotik adalah nama dari sebuah software untuk mengoptimalkan kinerja sebuah hardware yang bernama router network / router board.

SOFTWARE : MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot.

HARDWARE : RB750 adalah produk routerboard yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan SOHO. Memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. Sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V.

Dengan sistem mikrotik kita bisa membagi speed internet pada banyak komputer dengan merata tanpa adanya pilih kasih, misalnya : kita memiliki speed internet 1mbps untuk melayani 4 komputer, maka dengan mikrotik kita bisa mengaturnya agar setiap komputer akan terlayani maksimal sebesar 250 kbps (didapat dari 1mbps dibagi 4).

Bila toh akan ada 1 komputer yang download menggunakan IDM atau mungkin Net Cut untuk niatan curang, maka tetap saja komputer tersebut hanya akan mendapatkan speed maksimal 250 kbps. Karena telah dibatasi oleh mikrotik.

Berikut adalah rangkaian Topologi Star untuk jaringan warnet dengan menggunakan Mikrotik RB750 :



Konfigurasi Interface Mikrotik
Klik menu Interface
Lalu ganti nama interface default Mikrotik RB750
Interface port 1 dan port 2 ganti namanya :










Port 1 : ToModem

Port 2 : ToSwitch
[admin@MikroTik] > /interface print
Flags: D – dynamic, X – disabled, R – running, S – slave
# NAME TYPE MTU L2MTU
0 R ;;; Interface ke Modem
ToModem ether 1500 1526
1 R ;;; Interface ke Switch
ToSwitch ether 1500 1524
2 ether3-local-slave ether 1500 1524
3 ether4-local-slave ether 1500 1524
4 ether5-local-slave ether 1500 1524
Klik menu IP > Address
Masukkan IP Address ke Interface ToModem : 192.168.1.2/24
Ulangi langkah diatas untuk IP Address ke Interface ToSwitch : 192.168.0.1/24
[admin@MikroTik] > /ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.1.2/24 192.168.1.0 192.168.1.255 ToModem
1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ToSwitch
Klik menu IP > Routes
Set gateway ke IP Modem 192.168.1.1
[admin@MikroTik] > /ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 A S 0.0.0.0/0 192.168.1.1 1
1 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ToSwitch 0
2 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.2 ToModem 0
Klik Menu IP > DNS
Set DNS Primary : 203.130.208.18, Secondary DNS : 203.130.196.155
[admin@MikroTik] > /ip dns print
servers: 203.130.208.18, 203.130.196.155
allow-remote-requests: yes
max-udp-packet-size: 512
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 6KiB
Klik menu IP > Firewall
Cek secara default sudah ada NAT Masquerade
[admin@MikroTik] > /ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 ;;; default configuration
chain=srcnat action=masquerade out-interface=ToModem

0 komentar:

Post a Comment